Pengertian Puisi Secara Umum
Pengertian Puisi Secara Umum. Mengenai puisi, pasti sudah mengenal dari
kita masih anak-anak, dan tidak diragukan lagi pengetahuan tentang
puisi, namun banyak juga yang belum mengetahui apa itu puisi?
Ciri-Ciri Puisi Secara Umum
dan Jenis-Jenis Puisi. Kali ini akan membahas tentang pengertian puisi
agar dapat memnambah wawasan tentang pengertian puisi, berikut ini
pengertian puisi :
 |
| Pengertian Puisi |
Puisi merupakan salah satu ragam karya sastra yang terikat
dengan irama, ritma, rima, bait, larik dan ditandai dengan bahasa yang
padat. Puisi juga merupakan seni tertulis yang mana menggunakan bahasa
sebagai kualitas estetiknya atau keindahanya. Puisi dibedakan menjadi
dua yakni puisi lama & puisi baru.
Puisi lama ialah puisi yang terikat dengan aturan-aturan
tertentu. Aturan-aturan tersebut antara lain : Jumlah kata dalam satu
baris; jumlah baris dalam satu bait; rima (persajakan ); banyaknya suku
kata dalam setiap baris; dan irama.
Puisi baru ialah puisi yang tidak terikat oleh
aturan-aturan sehingga lebih bebas bentuknya daripada puisi lama, baik
dalam segi jumlah suku kata, baris, ataupun sajaknya.
contoh
Indahnya Alam Negri Ini
Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari yang baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku
Ku pejamkan mataku sejenak
Ku rentangkan tanganku sejenak
Sejuk, Tenang, senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan
Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk ku pendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam
Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga
Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, Kita harus menjaganya
Agar keindahanya takkan pernah Sima.
Alam Di Lembah Semesta
Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahayanya menusuk citra
Pahatan gunung memecah langit
Berselimut awan beralas zambrud
Tinggi dan tajam
Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah snubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak
Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di Selah Kaki-kaki mengejek Karya-karyanya
Di manakah aku berada…?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup serasa sempurna
Sungguh jelita permadani ini
Tebarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya
Serasa bertualang di negeri tak bertuan
Untukmu Pahlawan Indonesiaku
Demi negri…
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa…
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan
Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negri
Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi Bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Yang muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat…
Runtuhkan tebing semangat juangmu
Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan indonesia
Kedalam istana kemerdekaan
Puisi Pahlawan – Pengorbanan
Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan jauh entah kemana
Bagaikan pungguk merindukan bulan
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan
Pagi yang menjadi malam
Bulan yang menjadi tahun
Sekian lama telah menanti
Dirinya tak jua lepas
Andai aku sang Ksatria
Aku pasti menyelamatkanya
Namun semua hanya mimpi
Dirinyalah yang harus berusaha
Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi